Selasa, 09 Mei 2017

Konsep Dasar Keperawatan (Tujuan, Karakteristik, Implikasi, Teori, Prinsip Etik)

I. PROSES KEPERAWATAN
Proses keperawatan memberikan kerangka yang dibutuhkan dalam asuhan keperawatan kepada klien, keluarga dan komunitas, serta merupakan metode yang efisien dalam membuat keputusan klinik, serta pemecahan masalah baik aktual maupun potensial dalam mempertahankan kesehatan.
Ilmu keperawatan di dasarkan pada suatu teori yang sangat luas. Dimana suatu konsep diterapkan dalam praktik Keperawatan Bisa di sebut sebagai suatu pendekatan Problem – Solving yang memerlukan ilmu, teknik dan ketrampilan interpersonal dan di tujukan untuk memenuhi kebutuhan Klien dan Keluarga.
Proses Keperawatan terdiri dari ; 5 tahap yang berhubungan :

1. Pengkajian
2. Diagnosis
3. Perencanaan
4. Pelaksanaan
5. Evaluasi


Tahap tersebut berintegrasi terhadap fungsi Intelektual Problem - Solving dalam mendefinisikan suatu tindakan Perawatan.
Proses Keperawatan merupakan lima tahap proses konsisten sesuai dengan perkembangan profesi keperawatan ( pertama kali oleh Hall, 1955 ).

Proses Keperawatan telah dianggap sebagai suatu dasar hukum praktik Keperawatan , ( ANA, 1973 ).

Dasar pengembangan standard praktik keperawatan
Dan juga sebagai kriteria dalam progrsmsertifikasi
Standar legal praktik keperawatan
Masuk dalam program pendidikan Keperawatan ( Kurikulum D-III Kep. & S1 Keperawatan ).
II. TujuanProses Keperawatan secara umum adalah untuk membuat suatu kerangka konsep berdasarkan kebutuhan individu dari klien, keluarga, dan masyarakat dapat terpenuhi.
Tindakan yang di tujukan untuk memenuhi tujuan keperawatan

III. OrganisasiKe 5 tahap proses keperawatan tersebut sebagai suatu organisasi yang mengatur pelaksanaan asuhan Keperawatan berdasarkan suatu rangkaian pengelolaan yang sistematis dlm memeberikan asuhan keperawatan kepada klien.

IV. KarakterisitkProses Keperawatan mempunyai 6 karateristik :

1. Tujuan
Proses Keperawatan mempunyai tujuan yang jelas melalui suatu tahapan dalam meninmgkatkan kualitas asuhan Keperawatan kepada klien

2. Sistematika
Menggunakan suatu pendekatan yang terorganisir untuk mencapai suatu tujuan.
Menghindari masalah yang bertentangan dengan tujuan intuisi pelayanan kesehatan/Keperawatan.
PK ditujukan pada suatu perubahan respon klien yang diidentifikasi melalui hubungan antara perawat dengan klien.

3. Dinamik
PK ditujukan dalam mengatasi masalah – masalah kesehatan klien yang di laksanakan secara berkesinambungan.

4. Interaktif
Adanya hubungan timbale balik antar perawat, Klien, Keluarga dan tenaga lainnya.

5. Fleksibel
Proses yang di lihat dari 2 konteks :
Dapat diadopsi pada praktik keperawatan dalam situasi apapun, spesialisasi yang berhubungan dengan individu, kelompok, atau masyarakat
Tahapannya bisa digunakan secara berurutan dan dengan persetujuan kedua belah pihak.

6. Teoritis
Setiap langkah dalam proses keperawatan selalu di dasarkan pada suatu ilmu yang luas, khususnya ilmu dan model Keperawatan yang berlandaskan pada Filosofi keperawatan bahwa asuhan keperawatan kepada klien harus menekankan pada 3 aspek :

Humanistik: Memandang dan memperlakukan klien sebagai manusia
Holistik: Intervensi keperawatan Harus dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia secara utuh ( bio – psiko – sosio – spiritual ).
Care: Asuhan Keperawatan yang diberikan harus berlandaskan pada standard praktik keperawatan dan etika keperawatan.

V. IMPLIKASI KEPERAWATAN
Penerapan proses Keperawatan mempunyai implikasi atau dampak terhadap:

1. Profesi Keperawatan
Secara profesional proses keperawatan menyajikan suatu lingkup praktik keperawatan.
Melalui 5 langkah proses keperawatan
Di Timor – Leste masih adopsi dari standard keperawatan Indonesia dan ANA ( American Nurses Association ), 1973.
Undang – undang Kesehatan 57

2. Klien
Penggunaan proses Keperawatan sangat bermanfaat bagi klien dan Keluarga
Klien dan Keluarga berpartisipasi secara aktif dalam keperawatan dengan melibatkan ke dalam 5 langka proses keperawatan

3. Perawat
Proses Keperawatan akan meninmgkatkan kepuasan dalam bekerja dan meningkatkan perkembangan profesionalisme.
Mningkatkan hubungan antara perawat denga klien dapat di lakukan melalui penerapan proses keperawatan
PK meningkatkan suatu pengembangan dan kretifitas dalam penjelasan masalah klien

VI. Teori – Teori yang mendasari Proses Keperawatan :
1. Teori system, terdiri dari :

Kerangka kerja yang berhubungan dan keseluruhan social, manusia, struktur dan masalah –masalah organisasi.
Perubahan internal dan lingkungan sekitarnya
Sistem tersebut terdiri dari :

Tujuan
Proses
Isi
Tujuan :
sesuatu yang harus dilaksanakan
Arah sistem
Proses
Berfungsi dalam memenuhi tujuan yang hendak di capai
Isi
Terdiri dari bagian yang membentuk system
Feedback ( umpan balik )
Dapat dievaluasi
Memjelaskan hasil dari tindakan yg telah dilaksanakan
Antara teori system dan Proses keperawatan dapat dijelaskan :
Input à merupakan suatu kumpulan data hasil pengkajian beserta permasalahan àSusun suatu rencana dan tindakan keperawatan yang tepat.
Output à Untuk menjelaskan hasil dari tindakan yang telah dilaksanakan

2. Teori Kebutuhan Dasar Manusia
Berintegrasi satu sama lain (motivasinya)
Memenuhi kebutuhan dasar :
Fisiologis
Keamanan
Kasih sayang
Harga diri
Aktualisasi diri
Kebutuhan dasar manusia à terpenuhinya tingkat kepuasaan agar manusia bisa mempertahankan hidupnya.
Peran pereawatn à memenuhi kebutuhan dasar manusia
Tanggungjawab :
Memberikan dukungan
Menfasilitasi
Berkomunikasi kepada klien sehat dan sakit

3. Teori persepsi

Perubahan dalam pemenuhan kebutuhan dasar manusia sangat di pengaruhi oleh persepsi individu.
Interaksi

VII. Teori informasi dan KomunikasiTujuan asuhan keperawatan adalah untuk mengindentifikasi masalah Klien ( apakah keadaan sehat atau sakit ).
Proses Keperawatan sbg salah satu pendekatan utama dalam pemberian asuhan keperawatan.
Proses keperawatan merupakan suatu siklus, karena memerlukan suatu modifikasi penhkajian ulang, perencanaan ulang, memperbaharui tindakan dan mengevaluasi ulang.
Langka dalam proses keperawatan diperlukan suatu informasi yang akurat apabila perawat mampu menjalin komunikasi dengan baik :

Umpan balik

Pengirim ===> Pesan ===> Penerimaan

VIII. Prinsip – prinsip Etik Keperawatan yang menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan sebagai berikut :

1. Justice ( Asasa Keadilan )

Setiap prioritas tindakan yang diberikan harus berdasarkan kondisi klien.
Tidak ada diskriminasi

2. Autonomy (Asas menghormati otomoni )
Setiap manusia mempunyai hak untuk menentukan tindakan terhadap dirinya sendiri.

3. Benefience ( Asas manfaat )
Setiap tindakan yang di berikan kepada klien harus bermanfaat bagi klien dan menghindarkan dari kecacatan

4. Veracity ( Asas Kejujuran )
Perawat dalam berkomunikasi harus mengatakan yang benar dan jujur kepada klien.

5. Fidelity ( Asas komitmen )
Apa yangh di laksanakan oleh perawat harus di dasarkan pada tanggung jawab moral dan profesi

IX. MASALAH – MASALAH ETIK KEPERAWATANWadah organisasi Profesi tidak memerjuangkan profesi Perawat, tetapi organisasi profesi di Politisasi, Kepentingan Kelompok, Tidak memiliki standard competency.
Landasan moral dan etika yang paling kuat dan mendasar adalah Agama.
Perkembangan ilmu, penelitian dan teknologi kedokteran serta Keperawatan berkembang secara global tetapi tidak adanya perhatian dari pemerintah terutama Ministerio da Saúde.
Tersedianya tenaga perawat tetapi tidak di perdayakan gunakan untuk kepentingan Masyarakat.

HUBUNGAN ANTARA TAHAP PROSES KEPERAWATAN ( Alfaro, 1998 ).

Pengkajian

Pengkajian adalah tahap awal dari proses Keperawatan dan merupakan suatu proses yang sistematis dalam pengumpulan data dari berbagai sumber data untuk mengevaluasi dan mengindentifikasi status kesehatan klien ( Lyer etal, 1996 ).

Tahap pengkajian merupakan dasar utama dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu. Oleh karena itu pengkajian yang akurat, lengkap, sesuai dengan kenyataan, kebenaran data sangat penting dalam merumuskan suatu diagnose keperawatan dan memberikan pelayanan keperawatan sesuai dengan respon individu.

1. Standar praktik Keperawatan dari ANA

PENGKAJIAN
DIAGNOSIS
PERENCANAAN
PELAKSANAAN
EVALUASI

2. Data dasar dan Fokus

Pengkajian Keperawatan
Ø data dasar yang komprehensif adalah kumpulan data yang berisikan mengenai status Kesehatan klien, kemampuan klien untuk mengelola kesehatan dan keperawatannya terhadap dirinya sendiri, dan hasil konsultasi media ( terapis ) atau profesi kesehatan lainnya.

Ø Data focus Keperawatan adalah data tentang perubahan – perubahan atau respon klien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya serta hal – hal yang mencakup tindakan yang di lalsanakan kepada klien.
Fokus pengkajian Keperawatan

Ø Dalam menyusun pengkajian keperawatan tidak sama dengan pengkajian medis.

Ø Pengkajian focus à suatu pemilihan data spesifik yang ditentukan oleh perawat , klien dan keluarga berdasarkan keadaan klien.

3. Pengumpulan data ( Pulta )

Tipe data
Ada 2 tipe data pada pengkajian :

Data subyektif
Data yang di dapatkan dari klien sebagai suatu pendapat terhadap suatu situasi dan kejadian. Informasi tersebut tidak dapat ditentukan oleh perawat secara independen tetapi melalui suatu interaksi atau komunikasi.

Data subyektif sering didapatkan, dari riwayat keperawatan termasuk persepsi klien, perasaan, dan ide tentang status kesehatannya.

Ex : penjelasan klien tentang nyeri, lemah, Frustasi, mual.
Informasi yang diberikan sumber lain, ex husi familia, konsoleiro, husi team saude seluk

Data obyektif
Data yang dapat diobservasi dan diukur .

Ex; data obyektif : frekuensi pernafasan, Tekanan darah, edema dan berat badan no seluk – seluk tan.

4. Karakteristik data
Lengkap
Akurat dan nyata
Relevan

5. Sumber data
Klien à sumber utama data ( primer )
Orang terdekat : orang tua, suami, istri, anak atau teman klien
Catatan Klien : di tulis oleh anggota tim kesehatan dapat digunakan sumber informasi di dalam riwayat keperawatan
Riwayat penyakit :
Pemeriksaan fisik
Catatan perkembangan
Konsultasi :
anggota tim kesehatan spesialis
Menentukan diagnose medis dan keperawatan
Melakukan tindakan medis
Hasil pemeriksaan diagnostic
Hasil pemeriksaan Laboratorium
Tes diagnostic
Hasil pemeriksaan diagnostic
Catatan medis dan anggota tim kesehatan lainnya
Para Personil yang berhubungan dengan klien dan memberikan tindakan, mengevaluasi, dan mencatat hasil pada status klien
Catatan kesehatan terdahulu sebagai informasi
Perawat lain
Jika klien di rujuk dari pelayanan kesehatan lain
Kepustakaan
Membaca literature yang berhubungan dengan masalah klien

6. Metode pengumpulan data
Ada 3 metode yang digunakan dalam pemgumpulan data pada tahap pengkajian :

Komunikasi yang efektif
Observasi
Pemeriksaan fisik

Teknik tersebut sangat bermanfaat bagi perawat dalam pendekatan kepada klien secara rasional, sistematik dalam mengumpulkan data, merumuskan diagnose keperawatan, merencanakannya.

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN

a. Pengertian
Diagnose Keperawatan adalah suatu pernyataan yang menjelaskan respons manusia ( status kesehatan atau resiko perubahan pola ) dari individu kelompok diamana perawat secara akontabilitas dapat mengindentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk untuk menjaga status kesehatan menurunkan, membatasi, mencegah, dan merubah ( Carpenito 2000 ).
Gordon, 1976 : DK à masalah kesehatan actual dan potensial dimana berdasarkan pendidikan dan pengalamannya.
NANDA à Kepeutusan klinik tentang respon individu, keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan actual dan potensial

b. Tujuan diagnose Keperawatan
Untuk mengindentifikasi masalah adanya respon kliennterhadap status kesehatan atau penyakit
Faktor – factor yang menunjang atau menyebabkan suatu masalah ( etilologies )
Mengindentifikasi kemampuan klien untuk mencegah atau menyelesaikan masalah

c. Langkah – langkah menentukan DK :
Klasifikasi dan analisa data
Interpretasi data
Validasi data
Perumusan diagnose Keperawatan

d. Merumuskan DK ( Carpeneto, 2000 ) dapat dibedakan :

Aktual : Menjelaskan masalah nyata saat ini sesuai dengan data klinik yang di temukan :
Syarat : Menegakkan diagnose keperawatan actual harus ada unsure PES.
Misal : data , muntah, diare, dan turgor jelek selama 3 hari
DK : Kekurangan volume cairan tubuh b/kehilangan cairan secara abnormal
Resiko : Menjelaskan masalah kesehatan yang nyata akan terjadi jika tidak di lakukan intervensi.
Syarat : Menegakkan resiko DK adanya unsure PE ( Problem & Etiologi )
Penggunaan istilah “ resiko dan resiko tinggi tergantung dari tinbgkat keparahan/kerentanan terhadap masalah.
Misal : Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan diare yang terus menerus.
Kemungkinan ( potensial ): Menjelaskan bahwa perlu adanya data tambahan untuk memastikan masalah keperawatan kemungkinan.
Syarat : Menegakkan kemungkinan diagnose kep. Adanya unsur respon dan factor yang mungkin dapat menimbulkan masalah tetapi belum ada.
DK : Kemungkinan g3 konsep diri : rendah diri/teroisolasi b/d diare.

III. PERENCANAAN

A. PENGANTAR
Perencanaan meliputi pengembangan strategi desain untuk mencegah, mengurangi atau mengoreksi masalah – masalah yang diidentifikasi pada diagnose keperawatan . Secara tradsional, rencana keperawatan diartikan sebagai suatu dokumen tulisan tangan dalam menyelesaikan masalah, tujuan dan intervensi.
Jadi Rencana Keperawatan merupakan metode komunikasi tentang asuhan keperawatan kepada klien. Setiap klien yang memerlukan asuhan keperawatan perlu suatu perencanaan yang baik. Sehingga semua tindakan keperawatan harus di standarisasi, dan standard tindakan tersebut dapat di baca.

B. TUJUAN PERENCANAAN
Tujuan rencana tindakan keperawatan dapat di bagi menjadi :
Tujuan Administratif
Untuk mengidentifikasi focus keperawatan kepada klien atau kelompok
Untuk membedakan tanggungjawab perawat dengan profesi kesehatan lainnya
Untuk menyediakan suatu kriteria guna pengulangan dan evaluasi keperawatan
Untuk menyediakan kriteria klasifikasi klien
Tujuan Klinik
Menyediakan suatu pedoman dalam penulisan
Mengkomunikasikan dengan staf perawat apa yang diajarkan, apa yang diobservasi, dan apa yang dilaksanakan
Menyediakan kriteria hasil ( outcomes ) sebagai pengulangan dan evaluasi keperawatan
Rencana tindakan yang spesifik secara langsung bagi individu, Keluarga, dan tenaga kesehatan lainnya untuk melaksanakan tindakan.

C. LANGKAH – LANGKAH PERENCANAAN
Untuk mengevaluasi rencana tindakan keperawatan, maka ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan :
Menentukan prioritas masalah
Melalui pengkajian, perawat akan mampu mengidentifikasi respon klien yang actual atau potensial yang memerlukan suatu tindakan. Dalam menentukan perencanaan perlu menyusun suatu system untuk menentukan diagnose yangn akan diambil tindakan pertama kali. Salah satu system yang bisa digunakan adalah hirarki Kebutuhan manusia.
Menentukan kriteria hasil ( outcomes )
Tujuan klien dan tujuan keperawatan adalah standar atau ukuran yang digunakan untuk mengevaluasi kemajuan klien atau ketrampilan perawat.

Tujuan klien :
merupakan pernyataan yang menjelaskan suatu perilaku klien, keluarga, atau kelompok yang dapat diukur setelah intervensi keperawatan di berikan.

Tujuan Keperawatan :
Adalah pernyataan yang menjelaskan suatu tindakan yang dapat diukur berdasarkan kemampuan dan kewenangan perawat.
Pedoman penulisan kriteria hasil berdasarkan SMART :

S = Spesifik ( tujuan harus spesifik dan tidak menimbulkan arti ganda )
M = Measurable ( tujuan keperawatan harus dapat diukur, khususnya tentang
Perilaku klien; dapat di lihat, didengar, diraba, dirasakan dan dibau )
A = Achievable ( tujuan harus di capai )
R = Reasonable ( Tujuan harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah )
T = Time ( Tujuan keperawatan )


Menentukan rencana tindakan
Rencana tindakan adalah desain spesifik intervensi untuk membantu klien dalam mencapai kriteria hasil. Rencana tindakan dilaksanakan berdasarkan komponen penyebab dari diagnose keperawatan.
Intervensi keperawatan adalah suatu tindakan langsung kepada klien yang dilaksanakan oleh perawat,
Dokumentasi
Definisi
Rencana tindakan keperawatan adalah suatu proses informasi, penerimaan, pengiriman, dan evaluasi pusat rencana yang dilaksanakan oleh seorang perawat profesional.
Tujuan
Rencana tindakan keperawatan di tulis dalam suatu bentuk yang bervariasi guna mempromosikan perawatan yang meliputi :
Perawatan individu
Perawatan yang kontinyu
Komunikasi
Evaluasii
Karakterisik
Di tulis oleh perawat
Dilaksanakan setelah kontak pertama kali dengan klien
Diletakkan ditempat yang strategis ( mudah didapatkan )
Informasi yang baru.

IV. PELAKSANAANPelaksanaan
Adalah inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik ( Lyer,1996 ). Tahap pelaksanaan dimulai setelah rencana tindakan disusun dan ditujukan pada nursing orders untuk membantu klien mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu rencana tindakan yang spesifik dilaksanakan untuk memodifikasi factor – factor yang mempengaruhi masalah kesehatan klien.

Tujuan
Tujjuan dari pelaksanaan adalah membantu klien dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yang mencakup peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, pemulihan kesehatan dan memfasilitasi koping. Perencanaan tindakan keperawatan akan dapat dilaksanakan dengan baik.
Tahap tindakan Perawatan

Ada 3 tahap dalam keperawatan :
Persiapan
Persiapan tersebut meliputi kegaiatan – kegiatan :
Review tindakan keperawatan yang didentifikasi pada tahap perencanaan
Menganalisa pengetahuan dan ketrampilan keperawatan yang diperlukan
Mengetahui komplikasi dari tindakan keperawatan yang mungkin timbul
Menentukan dan mempersiapkan peralatan yang diperlukan
Mempersiapkan lingkungan yang kondusif sesuai dengan tindakan yang akan dilaksanakan
Mengindentifikasi aspek hokum dan etik terhadap resiko dari potensial tindakan
Intervensi
Pelaksanaan tindakan perawatan adalah kegiatan pelaksanaan tindakan dari perencanaan untuk kebutuhan fisik dan emosional.
Pendekatan tindakan keperawatan meliputi tindakan ;
Ø Independen
Suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh perawat tanpa petunjuk dan perintah dari dokter atau tenaga kesehatan lain.
Dilakasanakan perawat secara independen berdasarkan Diagnose Keperawatan
Merupakan suatu respon dimana perawat mempunyai kewenangan untuk melakukan tindakan keperawatan secara pasti berdasarkan pendidikan dan penagalamannya.
Kaji klien dan keluarga melalui riwayat keperawatan dan pemeriksaan fisik untuk status kesehatan klien.
Merumuskan diagnose keperawatan
Merujuk klien ke tenaga kesehatan lain terhadap tindakan keperawatan dan Medis
Evaluasi respon klien
Ø Dependen
Tindakan dependen berehubungan dengan pelaksanaan rencana tindakan medis
Ø Interdependen
Tindakan keperawatan menjelaskan suatu kegaiatan yang memerlukan suatu kerjasama dengan tenaga kesehatan lainnya.
Dokumentasi
Pelaksanaan tindakan keperawatan harus diikuti oleh pencatatan yang lengkap dan akurat terhadap suatu kejadian dalam proses keperawatan.

V. EVALUASI
a. Pendahuluan
Adalah tindakan intelektual untuk melengkapi proses keperawatan yang menandakan seberapa Jauh diagnose keperawatan, rencana tindakan, dan pelaksanaannya sudah berhasil dicapai.
Evaluasi sebagai sesuatu yang direncanakan , dan perbandingan yang sistermatik pada status kesehatan klien, ( Griffith, 1986 ).
Tahap Evaluasi di letakkan pada akhir proses keperawatan, Evaluasi merupakan bagian integral pada setiap tahap proses keperawatan.

b.Tujuan Evaluasi
Untuk melihat kemampuan klien dalam mencapai tujuan
Mengadakan hubungan dengan klien berdasarkan respon klien terhadap tindakan keperawatan yang diberikan, sehingga perawat dapat mengambil keputusan :
Ø Mengakhiri rencana tindakan keperawatan ( klien telah mencapai tujuan yang ditetapkan
Ø Memodifikasi rencana tindakan keperawatan ( klien mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan ).
Ø Meneruskan rencana tindakan keperawatan ( klien memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai tujuan )

c. Proses Evaluasi terdiri dari :
* Mengukur pencapaian tujuan klien
* Membandingkan data yang terkumpul dengan tujuan dan pencapaian tujuan

Hak dan Kewajiban klien
Klien berhak untuk :
Mendapat informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit
Mendapatkan pelayanan yang manusiawi, adil, jujur dan bijaksana
Memperoleh asuhan keperawatan yang bermutu berdasarkan standard profesi keperawatan
Memilih perawat atau dokter yang di kehendaki sesuai peraturan operasional di Rumah sakit
Meminta konsultasi kepada dokter atau perawat lain yang terdaftar di Rumah Sakit
Mendapatkan privacy dan kesehatan dari tindakan keperawatan yang diberikan
Memperolehy informasi tentang penyakit yang diderita, tindakan yang akan dilakukan,kemungkinan penyakit dan tindakan untuk mengatasinya ; alternatif terapi lainnya, prognose, dan estimasi biaya perawatan
Menyetujui dan atau menolak tindakan yang akan dilakukan terhadap dirinya
Mendapatkan kebebasan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan selama tidak menggangu klien lain.
Mengajukan usul, saran, perbaikan atas perlakuan Rumah Sakit terhadap dirinya.
Kewajiban Klien
Mentaati segala peraturan dan tata tertib di Rumah Sakit
Mematuhi segala instruksi dokter atau perawat dalam pengobatannya
Memberikan informasi dengan jujur dan lengkap tentang penyakit yang diderita kepada dokter atau perawat yang merawatnya
Melunasi semua imbalan atas jasa pelayanan Rumah Sakit atau Dokter
Memenuhi hal – hal yang telah disepakti atau perjanjian yang telah dibuatnya.
Hak dan Kewajiban Perawat dan Dokter
Hak Perawat atau Dokter
Mendapatkan perlindungan Hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.
Mengembangkan diri melalui kemampunnya spesialisasi sesuai latar belakang pendidikannya
Menolak keinginan pasien yang bertentangan dengan peraturan perundang – undang serta standard profesi dank ode Etik profesi
Mendapatkan informasi lengkap dari klien Yang tidak puas terhadap pelayanannya
Meningkatkan pengetahuan berdasarkan perkembangan IPTEK dalam bidang keperawatan secara terus menerus
Diperlakukan adil dan jujur oleh Rumah Sakit maupun klien dan atau keluarganya
Mendapatkan jaminan perlindungan terhadap resiko kerja yang berkaitan dengan tugasnya
Diikutsertakan dalam penyusunan atau penetapan kebijaksanan pelayanan kesehatan di Rumag Sakit
Diperhatikan privacynya dan berhak menuntut apabila nama baiknya telah dicemarkan oleh klien atau keluarganya
Menolak pihak lain untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan perundang – undangan, standard profesi dan etika profesi
Mendapatkan imbalan yang layak dari jasa profesinya sesuai dengan peraturan/ketentuan yang berlaku.
Perawat dan Dokter berhak memperoleh penghargaan atas jasa dan pengabdian berdasarkan Ilmu dan Skill ( Reward system )
Memperoleh kesempatan mengembangkan karir sesuai bidang profesinya
Kerawjiban Perawat dan Dokter
Mematuhi semua peraturan Rumah Sakit dengan hubungan hokum antara perawat dengan pihak Rumah Sakit
Mengadakan perjanjian tertulis denga pihak Rumah Sakit
Memenuhi hal – hal yang telah disepakati dan dibuatnya
Memberikan asuhan Keperawatan sesuai standar profesi dan otonominya
Menghormati hak – hak pasien
Merujuk klien kepada perawat lain/tenaga kesehatan lainnya yang mempunyai keahlian yang sesuai dengan masalah klien
Memberikan kesempatan kepada klien agar senantiasa dapat berhubungan dengan keluarganya dan dapat menjalankan ibadah sesuai dengan agama/kepercayaan sepanjang tidak bertentangan dengan Rumah Sakit
Memberikan informasi yang adekuat tentang tindakan keperawatan kepada klien/keluarga sesuai batas kewenangannya
Membuat dokumentasi asuhan keperawatan secara akurat dan berkesinambungan
Meningkatkan mutu pelayanan keperawatan sesuai dengan standar profesi keperawatan dan kepuasaan kerja
Mengikuti perkembangan IPTEK keperawatan secara terus menerus
Melakukan pertolongan darurat sebagai tugas perikemanusiaan sesuai batas kewenangannya
Merahasiakan segala sesuatu yang diketahui tentang klien, kecuali diminta keterangan oleh pihak yang berwenang

Senin, 24 April 2017

Ekonomi Siklus Akuntansi Perusahaan dagang


Perusahaan dagang merupakan jenis perusahaan yang berusaha mencari keuntungan dari manjual barang dagangan. Di sekitar kita banyak sekali terdapat perusahaan dagang, contohnya toko yang menjual peralatan listrik, supermarket, toko bahan bangunan, dan lain-lain.
Karakteristik perusahan dagang dapat dilihat dari beberapa sudut, diantaranya dilihat dari aktivitasnya yakni membeli dan menjual barang dalam bentuk yang sama. Selain itu juga melakukan transaksi yang serupa dilakukan oleh perusahaan jasa, seperti transaksi pembayaran hutang, penerimaan pelunasan piutang, pembayaran biaya dan sejenisnya yang dilakukan oleh perusahaan jasa juga dilakukan oleh perusahaan dagang.
Dilihat dari pengukuran laba bersihnya, secara konseptual perusahaan dagang adalah sama dengan perusahaan jasa, di mana laba ataurugi bersih diperoleh dari matching antara pendapatan dan biaya. Dalam perusahaan dagang, sumber utama pendapatan adalah dari penjualan barang dagangan yang biasa disebut dengan pendapatan penjualan atau penjualan.
siklus akutansi perusahaan dagang


1.   Skema Siklus Akuntansi
Seperti pada Perusahaan Jasa, siklus akuntansi perusahaan dagang merupakan arus data akuntansi sejak terjadinya transaksi sampai dengan dibuatnya laporan keuangan adalah sebagai berikut:






Apabila diuraikan lebih lanjut siklus Akuntansi tersebut di atas akan tediri dari kegiatan sebagai berikut:

Tahap Pencatatan:
1.   Pembuatan atau penerimaan bukti untuk transaksi-transaksi yang tejradi dalam perusahaan.
2.   Pencatatan bukti transaksi dalam jurnal.
3.   Pemindahbukuan (posting) dari jurnal ke perkiraan yang bersangkutan di buku besar.
Tahap Pengikhtisaran:
4.   Pembuatan Neraca Saldo (Trial Balance) dari perkiraan-perkiraan di buku besar.
5.   Pembuatan Neraca Lajur dan Ayat Jurnal Penyesuaian (Adjusting Entries).
6.   Penyusunan Laporan Keuangan.
7.   Pembuatan Ayat Jurnal Penutupan (Closing Entries)
8.   Pembuatan Neraca Saldo Penutupan (Post Closing Trial Balance)
9.   Pembuatan Ayat Jurnal Balik (Reversing Entries)

B.  Jurnal Khusus
Pada perusahaan dagang jurnal yang digunakan tidak sama dengan pada perusahaan jasa, karena transaksi pada perusahaan dagang relatif lebih banyak dan beragam.
Jurnal yang selama ini kita kenal adalah apa yang disebut dengan jurnal umum. Apabila transaksi yang harus dicatat jumlahnya banyak, penggunaan jurnal umum menjadi kurang efisien. Di samping itu oleh karena banyak dari transaksi-transaksi yang diolah tadi merupakan transaksi yang homogen, maka penggunaan jurnal yang khusus dirancang untuk transak-transaksi yang sejenis ini, akan banyak menghemat waktu, tenaga dan biaya.
Jumlah, tujuan dan bentuk dari jurnal-jurnal khusus yang dipergunakan oleh perusahaan perdagangan sudah tentu akan berbeda antara satu dengan yang lain, tergantung dari kebutuhan perusahaan. Pada perusahaan-perusahaan yang berukuran sedang, jurnal khusus yang paling sering dipakai untuk mencatat transaksi yang terjadi berulang-ulang umumnya meliputi:
Jurnal
Mencatat Transaksi
Jurnal Penjualan (Sales Journal)
Penjualan secara kredit
Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipts Journal)
Penerimaan uang kas dari segala sumber
Jurnal Pembelian (Purchases Journal)
Pembelian barang dagangan dan barang-barang lain secara kredit
Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Payments Journal)
Pengeluaran uang kas untuk segala tujuan
Jurnal Umum (General Journal)
Transaksi yang tidak bisa dicatat ke dalam keempat jurnal khusus di atas

Penjualan
Penjualan barang dagang secara tunai dicatat sebagai debit pada akun kas dan kredit pada akun penjualan. Dalam praktek, biasanya penjualan secara tunai ini dicatat dalam buku penerimaan kas.
Penjualan barang dagang secara kredit dicatat sebagai debit pada akun piutang dagang dan kredit pada akun penjualan.
Tanggal
Keterangan
Ref
Debit
Kredit
2005
Okt 11

Piutang Usaha
Penjualan

121
411

Rp       100.000,-


Rp      100.000,-

Untuk menghindarkan pencatatan yang berulang-ulang atas transaksi penjualan secara kredit dapat digunakan sebuah jurnal khusus, yaitu jurnal penjualan.
Setiap pencatatan ke dalam jurnal harus didasarkan atas suatu dokumen yang merupakan bukti dari transaksi penjualan, biasanya disebut dengan faktur penjualan. Salah satu contoh faktor penjualan nampak seperti di bawah ini.


PD HENDRA
Jalan D. Tondano 19 Malang


 


Kepada yth.                                                              Malang, 2 Desember 2005
PD Garuda
Kompleks Pertokokan Sawojajar
Malang

Banyaknya
Keterangan
Harga Satuan
Jumlah
750
20
20
Beras
Gula
Minyak Goreng
6.000
15.000
7.500
4.500.000
600.000
300.000


Jumlah
5.400.000


Hormat kami,



Wijayanto
Kepala Bagian Penjualan

a.   Jurnal Penjualan
Dalam perusahaan dagang jurnal penjualan digunakan untuk mencatat transaksi penjual secara kredit.
Bentuk jurnal penjualan tergantung pada kehendak perusahaan yang bersangkutan. Salah satu bentuk yang digunakan adalah sebagai berikut:

Jurnal Penjualan                                                                        Hal :
Tanggal
Nomor Faktur
Debitur
Ref.
Jumlah


























Contoh:
Misalnya selama bulan Desember 2005 pada PD Hendra terjadi penjualan kredit sebagai berikut:
2    November    Penjualan kepada PD Garuda Rp. 5.400.000,- faktur no. 415
3    November    Penjualan kepada Fa Umar Rp. 10.416.000,- faktur no. 416
5    November    Penjualan kepada Sejati & Co seharga Rp. 5.220.000,- faktur no. 417
9    November    Penjualan kepada CV Kekar Jaya seharga Rp. 9.580.000,- faktur no. 418
10  November    Penjualan kepada PD Rajin seharga Rp. 6.600.000,- faktur no. 419
17  November    Penjualan kepada Toko Matahari seharga Rp. 7.460.000,- faktur no. 420
23  November    Penjualan kepada PD Gerhana seharga Rp. 10.008.000,- faktur no. 421
26  November    Penjualan kepada CV Pamenang seharga Rp. 5.040.000,- faktur no. 422
27  November    Penjualan kepada Fa Umar seharga Rp. 11.632.000,- faktur no. 423

Pencatatan transaksi tersebut di atas dalam jurnal penjualan adalah seperti berikut:





Jurnal Penjualan                                                                              Hal : 35
Tanggal
Nomor Faktur
Debitur
Ref.
Jumlah
2005




Nop        2
415
PD Garuda
Ö
              5.400.000,-
               3
416
Fa Umar
Ö
            10.416.000,-
               5
417
Sejati & Co
Ö
              5.220.000,-
               9
418
CV Kekar Jaya
Ö
              9.580.000,-
             10
419
PD Rajin
Ö
              6.600.000,-
             17
420
Toko Matahari
Ö
              7.460.000,-
             23
421
PD Gerhana
Ö
            10.008.000,-
             26
422
CV Pamenang
Ö
              5.040.000,-
             27
423
Fa Umar
Ö
            11.632.000,-




            77.560.000,-

Pertanyaan:
1.   Jelaskan kegunaan jurnal penjualan!
2.   Jelaskan apakah transaksi-transaksi penjualan berikut ini akan dicatat dalam jurnal penjualan:
a.   Penjualan barang dagang secara tunai.
b.   Penjualan tanah kosong yang dimiliki dan tidak terpakai oleh perusahaan.
3.   Jelaskan yang dimaksud dengan Faktur Penjualan!